uyeay! satu pengalaman di hari membosan kan ini! kau tau sesuatu?
ternyata pemahaman itu lebih berharga daripada hafalan. serius deh! hafalan dikit-dikit gaapa. yang penting paham. hafalan doang tapi gak paham ya percuma to? haha.... maaf bahasa saya campuran. maklum bukan anak sastra indonesia. dari dulu ayahku emang sering ngomong 'jangan hafalan. tapi di mengerti, hafalan dikit gaapa'. hm... dan aku selalu berusaha mencoba cara itu. dan baru kali ini aku bisa. hehe....
Oh ya, mungkin kalian pikir, blogku ini sedikit membosankan? ya memang. aku jarang ngeposting blog. males banget buka akun blogku. maafkan. hehehe....
hm... aku kehabisan ide nih.. sudah dulu ya lain kali aku bakal cerita soal buku yang lagi aku baca bulan ini. tebalnya kira-kira 700 halaman. gila kan? huffttt.......
maya's world trouble maker, it's not for sure
i'm Dewi Ariyati. 14 yo . fashion, music, writing. indonesian girl. I LOVE INDONESIA.
Saturday, March 23, 2013
Friday, February 22, 2013
photograph
ada teknik fotografi yang mudah nih, tapi ini teknikku. kalo salah yang jangan diikutin, tapi kalo bener ikutin aja :)
1. kalo misalnya mau foto orang dengan tema mau dikasih tulisan itu orangnya harus ada di pinggir, kayak gini nih contohnya:
2. foto dengan tema fashion atau hiasan, fotonya harus pas tengah, tangan orangnya gak boleh kepotong. ini contohnya:
3. foto untuk fashion, orangnya boleh kepotong (ini menurutku sih, tapi aku agak ragu). contoh:
itu dulu ya! kalo aku udah tau informasi2 lebih lanjut, aku bakalan ngeshare kok
1. kalo misalnya mau foto orang dengan tema mau dikasih tulisan itu orangnya harus ada di pinggir, kayak gini nih contohnya:
![]() |
| ini temen ku, dia fotonya pas di pojok kiri kan? |
![]() |
| Ini absurd, backgroudnya jelek |
![]() |
| Ini jari tangan atas yang kepotong |
my biodata
nah... sekian banyak posting yang aku buat, aku lupa soal pengenalan diriku.
kenalin nama ku DEWI ARIYATI, aku lahir pada tanggal 6 juli 1999. aku lahir di INDONESIA, sekarang aku masih kelas 2 SMP , aku nulis blog ini cuman buat hilangin rasa boring dirumah. aku suka sama musik, kadang aku main keyboard, pianika, recorder, gitar kalo lagi bosen bosennya. aku juga suka baca buku, tapi bukuku gak sembarang buku, dulu sih aku emang suka sama buku fiksi tentang petualangan petualangan gitu, tapi sekarang aku lebih suka sama buku nonfiksi, soalnya waktu aku beli buku sama ayah, ayah gak ngebolehin aku beli novel yang kayak gitu, aku disuruhnya beli yang nonfiksi -__-. tapi ada satu tema buku yang aku paling males baca, yaitu tentang cinta cinta, entah kenapa aku males banget buat baca buku kayak gitu, temenku juga heran kenapa aku suka baca buku yang kayak sejarah, hukum, pemerintahan. ya karna memang aku gak suka baca buku yang kayak mereka baca, menurutku sih itu mbosenin, tapi pemikiran setiap orang beda kan ya? jadi ya terserah aja. aku suka buku karangannya pandji pragiwaksono, apalagi bukunya yang barusan keluar Desember kemarin yang judulnya BERANI MENGUBAH, buku itu tuh moodboster banget, gak bikin bosen deh pokoknya, biasanya ya aku kalo baca buku itu sering bosen sering pengen cepet selesai, tapi kalo buku ini tuh beda, asik aja kalo dibaca berulang ulang, bukunya yang NASIONAL.IS.ME itu juga, duh duh,,,,
dan gara- gara itu semua aku jadi suka sama hal-hal yang berbau politik atau yang tentang demokrasi negara INDONESIA. :) sekian dulu postingku tentang bio ku, kalo mau tau lebih lanjut sering-sering dateng ke blogku ya!
kenalin nama ku DEWI ARIYATI, aku lahir pada tanggal 6 juli 1999. aku lahir di INDONESIA, sekarang aku masih kelas 2 SMP , aku nulis blog ini cuman buat hilangin rasa boring dirumah. aku suka sama musik, kadang aku main keyboard, pianika, recorder, gitar kalo lagi bosen bosennya. aku juga suka baca buku, tapi bukuku gak sembarang buku, dulu sih aku emang suka sama buku fiksi tentang petualangan petualangan gitu, tapi sekarang aku lebih suka sama buku nonfiksi, soalnya waktu aku beli buku sama ayah, ayah gak ngebolehin aku beli novel yang kayak gitu, aku disuruhnya beli yang nonfiksi -__-. tapi ada satu tema buku yang aku paling males baca, yaitu tentang cinta cinta, entah kenapa aku males banget buat baca buku kayak gitu, temenku juga heran kenapa aku suka baca buku yang kayak sejarah, hukum, pemerintahan. ya karna memang aku gak suka baca buku yang kayak mereka baca, menurutku sih itu mbosenin, tapi pemikiran setiap orang beda kan ya? jadi ya terserah aja. aku suka buku karangannya pandji pragiwaksono, apalagi bukunya yang barusan keluar Desember kemarin yang judulnya BERANI MENGUBAH, buku itu tuh moodboster banget, gak bikin bosen deh pokoknya, biasanya ya aku kalo baca buku itu sering bosen sering pengen cepet selesai, tapi kalo buku ini tuh beda, asik aja kalo dibaca berulang ulang, bukunya yang NASIONAL.IS.ME itu juga, duh duh,,,,
dan gara- gara itu semua aku jadi suka sama hal-hal yang berbau politik atau yang tentang demokrasi negara INDONESIA. :) sekian dulu postingku tentang bio ku, kalo mau tau lebih lanjut sering-sering dateng ke blogku ya!
Fashionnya Indonesia nih
Kemeriahan Jakarta Fashion Week 2013
KORAN JAKARTA
Untuk kelima kalinya, Jakarta Fashion Week (JFW) digelar. Selama tujuh hari berturut-turut, pencinta mode Indonesia akan dihibur dengan rancangan busana berkelas. Melalui ajang ini, industri kreatif mode Tanah Air diharapkan dapat bersaing di pasar internasional.
Dibuka langsung oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, pekan busana termegah Indonesia, JFW 2013, akhirnya dihelat dengan pembukaan luar biasa. Mengambil tema “Indonesia Today, the World Tomorrow”, acara yang dilaksanakan sejak 3 hingga 9 November 2012 ini akan mengarahkan industri kreatif mode lokal ke jenjang lebih baik agar dapat bersaing di pasar global.
Sebagai pembuka, Sabtu (3/11), JFW 2013 menghadirkan dua perancang busana papan atas. Mereka ialah Sebastian Gunawan serta perancang asal Korea yang karyanya telah malang melintang di Paris Fashion Week, Lie Sang Bong. Walaupun hanya dibuka dengan dua desainer, bukan berarti perhelatan malam itu tidak meriah. Buktinya, dua perancang tersebut mampu memukau seluruh undangan yang hadir. Seperti apa koleksi terbaru Sebastian Gunawan dan Lie Sang Bong yang diperagakan di pembukaan JFW 2013?
Kertas Batu ala Seba
Perancang busana yang satu ini tampaknya memang tak pernah kehabisan inspirasi menampilkan koleksi terbaru. Show tunggal Sebastian Gunawan baru-baru ini tidak menghentikan langkahnya untuk memberikan koleksi berbeda dan tak kalah menarik di pembukaan JFW 2013.
Seba, panggilan akrabnya, selalu berusaha menampilkan sesuatu yang baru pada setiap koleksinya. Sebagai detail busana di koleksinya kali ini, Seba memilih menggunakan kemilau bebatuan. Bukan batu biasa yang dijadikan inspirasi utama, melainkan nano stone, sejenis batu vinyl yang dipotong menggunakan teknik canggih sehingga menghasilkan lembaran batu setebal 3 milimeter.
“Batunya tipis, seperti kertas. Kemudian saya mengaplikasikan batu-batuan tersebut ke koleksi busana ini,” ungkap dia kepada wartawan di jumpa pers peragaan busananya. Bebatuan tipis itu kemudian ditata menjadi sedemikian rupa layaknya mozaik. Bebatuan memesona yang telah dirangkai itu kemudian membentuk motif-motif tribal, bunga, dan abstrak. Batu yang terkenal memiliki unsur solid ternyata bisa dipadukan dengan kain halus, seperti lace dan chiffon, dan memberi tampilan feminin serta glamor kuat.
Koleksi yang diperagakan malam itu pun terbilang variatif. Sebut saja beragam jenis gaun: mini, maksi, dan asimetris, serta jaket, cape, blouse, dan rok tulip. Detail feminin yang ditampilkan muncul dari penggunaan bentuk bunga mawar, renda, dan peplum.
Koleksi lebih banyak menggunakan warna-warna natural, seperti putih, khaki, dan hitam. Di koleksinya ini, Seba juga lebih banyak menggunakan bahak lace, yang memang masih 'it item' saat ini. Romantik, elegan, dan memesona sepertinya mampu menyimpulkan peragaan busana Sebastian malam itu.
Kupu-kupu Lie Sang Bong
Tidak kalah menarik dari Seba, perancang Korea, Lie Sang Bong, juga berhasil memberikan show luar biasa hingga memukau seluruh tamu yang hadir. Sang menampilkan koleksi ready to wear spring/summer 2013 miliknya di pembukaan JFW 2013. Sebelumnya, koleksi yang sama telah diperagakan di Paris Fashion Week beberapa waktu lalu. Seperti biasa, Sang menampilkan sebuah rancangan yang kaya akan detail dan tekstur. Kali ini, keindahan hewan kupu-kupu berhasil menginspirasinya.
Layaknya kupu-kupu, di koleksi ini, Sang berhasil bertransformasi dalam membentuk shape baru. Ia lebih memfokuskan diri pada teknik drapery dan perpaduan bahan hingga mampu menciptakan koleksi kuat di struktur dan permukaan.
Keelokan kupu-kupu bisa ditemukan di bordirannya, bentuk atau struktur rancangannya, maupun di keseluruhan print bahan yang digunakan. Terlepas dari unsur kupu-kupu yang tampak jelas dari bahan yang dipilih, untuk menampilkan kesan indahnya kupu-kupu di busana lainnya, San Bong mampu memberikannya tidak secara literal, tapi kesan kuat hewan tersebut masih bisa ditangkap.
Pemilihan fabric yang sudah padat akan corak, diimbangi potongan busana simpel, tapi menarik. Koleksi itu didominasi palet putih, percikan warna terang seperti biru lau, hijau muda, dan koral. Lagi-lagi, model peplum yang sedang hangat saat ini diaplikasi sebagai salah satu rancangan.
Sebagian besar rancangannya memiliki potongan struktural, dengan aplikasi detail lipit dan ruffle. Selain kupu-kupu, Sang menampilkan motif houndstooth, terutama di rancangan busana malam dan simple dress. Sang berhasil mentransformasi kupu-kupu yang kuat akan sisi feminitas, menjadi koleksi edgy dan cheerful. Siapa sangka motif kupu-kupu pun ternyata bisa diaplikasikan di busana pria. Sungguh sebuah acara pembukaan parade mode yang memukau! edh/R-1
Dibuka langsung oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, pekan busana termegah Indonesia, JFW 2013, akhirnya dihelat dengan pembukaan luar biasa. Mengambil tema “Indonesia Today, the World Tomorrow”, acara yang dilaksanakan sejak 3 hingga 9 November 2012 ini akan mengarahkan industri kreatif mode lokal ke jenjang lebih baik agar dapat bersaing di pasar global.
Sebagai pembuka, Sabtu (3/11), JFW 2013 menghadirkan dua perancang busana papan atas. Mereka ialah Sebastian Gunawan serta perancang asal Korea yang karyanya telah malang melintang di Paris Fashion Week, Lie Sang Bong. Walaupun hanya dibuka dengan dua desainer, bukan berarti perhelatan malam itu tidak meriah. Buktinya, dua perancang tersebut mampu memukau seluruh undangan yang hadir. Seperti apa koleksi terbaru Sebastian Gunawan dan Lie Sang Bong yang diperagakan di pembukaan JFW 2013?
Kertas Batu ala Seba
Perancang busana yang satu ini tampaknya memang tak pernah kehabisan inspirasi menampilkan koleksi terbaru. Show tunggal Sebastian Gunawan baru-baru ini tidak menghentikan langkahnya untuk memberikan koleksi berbeda dan tak kalah menarik di pembukaan JFW 2013.
Seba, panggilan akrabnya, selalu berusaha menampilkan sesuatu yang baru pada setiap koleksinya. Sebagai detail busana di koleksinya kali ini, Seba memilih menggunakan kemilau bebatuan. Bukan batu biasa yang dijadikan inspirasi utama, melainkan nano stone, sejenis batu vinyl yang dipotong menggunakan teknik canggih sehingga menghasilkan lembaran batu setebal 3 milimeter.
“Batunya tipis, seperti kertas. Kemudian saya mengaplikasikan batu-batuan tersebut ke koleksi busana ini,” ungkap dia kepada wartawan di jumpa pers peragaan busananya. Bebatuan tipis itu kemudian ditata menjadi sedemikian rupa layaknya mozaik. Bebatuan memesona yang telah dirangkai itu kemudian membentuk motif-motif tribal, bunga, dan abstrak. Batu yang terkenal memiliki unsur solid ternyata bisa dipadukan dengan kain halus, seperti lace dan chiffon, dan memberi tampilan feminin serta glamor kuat.
Koleksi yang diperagakan malam itu pun terbilang variatif. Sebut saja beragam jenis gaun: mini, maksi, dan asimetris, serta jaket, cape, blouse, dan rok tulip. Detail feminin yang ditampilkan muncul dari penggunaan bentuk bunga mawar, renda, dan peplum.
Koleksi lebih banyak menggunakan warna-warna natural, seperti putih, khaki, dan hitam. Di koleksinya ini, Seba juga lebih banyak menggunakan bahak lace, yang memang masih 'it item' saat ini. Romantik, elegan, dan memesona sepertinya mampu menyimpulkan peragaan busana Sebastian malam itu.
Kupu-kupu Lie Sang Bong
Tidak kalah menarik dari Seba, perancang Korea, Lie Sang Bong, juga berhasil memberikan show luar biasa hingga memukau seluruh tamu yang hadir. Sang menampilkan koleksi ready to wear spring/summer 2013 miliknya di pembukaan JFW 2013. Sebelumnya, koleksi yang sama telah diperagakan di Paris Fashion Week beberapa waktu lalu. Seperti biasa, Sang menampilkan sebuah rancangan yang kaya akan detail dan tekstur. Kali ini, keindahan hewan kupu-kupu berhasil menginspirasinya.
Layaknya kupu-kupu, di koleksi ini, Sang berhasil bertransformasi dalam membentuk shape baru. Ia lebih memfokuskan diri pada teknik drapery dan perpaduan bahan hingga mampu menciptakan koleksi kuat di struktur dan permukaan.
Keelokan kupu-kupu bisa ditemukan di bordirannya, bentuk atau struktur rancangannya, maupun di keseluruhan print bahan yang digunakan. Terlepas dari unsur kupu-kupu yang tampak jelas dari bahan yang dipilih, untuk menampilkan kesan indahnya kupu-kupu di busana lainnya, San Bong mampu memberikannya tidak secara literal, tapi kesan kuat hewan tersebut masih bisa ditangkap.
Pemilihan fabric yang sudah padat akan corak, diimbangi potongan busana simpel, tapi menarik. Koleksi itu didominasi palet putih, percikan warna terang seperti biru lau, hijau muda, dan koral. Lagi-lagi, model peplum yang sedang hangat saat ini diaplikasi sebagai salah satu rancangan.
Sebagian besar rancangannya memiliki potongan struktural, dengan aplikasi detail lipit dan ruffle. Selain kupu-kupu, Sang menampilkan motif houndstooth, terutama di rancangan busana malam dan simple dress. Sang berhasil mentransformasi kupu-kupu yang kuat akan sisi feminitas, menjadi koleksi edgy dan cheerful. Siapa sangka motif kupu-kupu pun ternyata bisa diaplikasikan di busana pria. Sungguh sebuah acara pembukaan parade mode yang memukau! edh/R-1
cc: koran-jakarta.com
Buku baru yang keren
Sinopsisnya:
Jangan merasa khawatir bahwa kamu tidak kreatif! Sejatinya kreativitas sudah mengendap di setiap insan manusia, namun malas untuk dikeluarkan dan tidak tahu cara memanggilnya.
Buang jauh-jauh ke Timbuktu jika kalian masih berpikiran bahwa kreativitas hanya dimiliki oleh orang yang berprofesi seniman. Kreatif adalah hak untuk semuanya, kaya, miskin, tua, muda, entrepreneur, akuntan, tentara, hingga pengangguran.
Kreatif adalah cara bertahan hidup.
Kreatif Sampai Mati!
halamannya 320 lembar
harganya Rp, 50150
Subscribe to:
Comments (Atom)



