Friday, February 22, 2013

Fashionnya Indonesia nih


Kemeriahan Jakarta Fashion Week 2013
Kemeriahan Jakarta Fashion Week 2013
KORAN JAKARTA
Untuk kelima kalinya, Jakarta Fashion Week (JFW) digelar. Selama tujuh hari berturut-turut, pencinta mode Indonesia akan dihibur dengan rancangan busana berkelas. Melalui ajang ini, industri kreatif mode Tanah Air diharapkan dapat bersaing di pasar internasional.

Dibuka langsung oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, pekan busana termegah Indonesia, JFW 2013, akhirnya dihelat dengan pembukaan luar biasa. Mengambil tema “Indonesia Today, the World Tomorrow”, acara yang dilaksanakan sejak 3 hingga 9 November 2012 ini akan mengarahkan industri kreatif mode lokal ke jenjang lebih baik agar dapat bersaing di pasar global.

Sebagai pembuka, Sabtu (3/11), JFW 2013 menghadirkan dua perancang busana papan atas. Mereka ialah Sebastian Gunawan serta perancang asal Korea yang karyanya telah malang melintang di Paris Fashion Week, Lie Sang Bong. Walaupun hanya dibuka dengan dua desainer, bukan berarti perhelatan malam itu tidak meriah. Buktinya, dua perancang tersebut mampu memukau seluruh undangan yang hadir. Seperti apa koleksi terbaru Sebastian Gunawan dan Lie Sang Bong yang diperagakan di pembukaan JFW 2013?

Kertas Batu ala Seba
Perancang busana yang satu ini tampaknya memang tak pernah kehabisan inspirasi menampilkan koleksi terbaru. Show tunggal Sebastian Gunawan baru-baru ini tidak menghentikan langkahnya untuk memberikan koleksi berbeda dan tak kalah menarik di pembukaan JFW 2013.

Seba, panggilan akrabnya, selalu berusaha menampilkan sesuatu yang baru pada setiap koleksinya. Sebagai detail busana di koleksinya kali ini, Seba memilih menggunakan kemilau bebatuan. Bukan batu biasa yang dijadikan inspirasi utama, melainkan nano stone, sejenis batu vinyl yang dipotong menggunakan teknik canggih sehingga menghasilkan lembaran batu setebal 3 milimeter.

“Batunya tipis, seperti kertas. Kemudian saya mengaplikasikan batu-batuan tersebut ke koleksi busana ini,” ungkap dia kepada wartawan di jumpa pers peragaan busananya. Bebatuan tipis itu kemudian ditata menjadi sedemikian rupa layaknya mozaik. Bebatuan memesona yang telah dirangkai itu kemudian membentuk motif-motif tribal, bunga, dan abstrak. Batu yang terkenal memiliki unsur solid ternyata bisa dipadukan dengan kain halus, seperti lace dan chiffon, dan memberi tampilan feminin serta glamor kuat.

Koleksi yang diperagakan malam itu pun terbilang variatif. Sebut saja beragam jenis gaun: mini, maksi, dan asimetris, serta jaket, cape, blouse, dan rok tulip. Detail feminin yang ditampilkan muncul dari penggunaan bentuk bunga mawar, renda, dan peplum.

Koleksi lebih banyak menggunakan warna-warna natural, seperti putih, khaki, dan hitam. Di koleksinya ini, Seba juga lebih banyak menggunakan bahak lace, yang memang masih 'it item' saat ini. Romantik, elegan, dan memesona sepertinya mampu menyimpulkan peragaan busana Sebastian malam itu.

Kupu-kupu Lie Sang Bong
Tidak kalah menarik dari Seba, perancang Korea, Lie Sang Bong, juga berhasil memberikan show luar biasa hingga memukau seluruh tamu yang hadir. Sang menampilkan koleksi ready to wear spring/summer 2013 miliknya di pembukaan JFW 2013. Sebelumnya, koleksi yang sama telah diperagakan di Paris Fashion Week beberapa waktu lalu. Seperti biasa, Sang menampilkan sebuah rancangan yang kaya akan detail dan tekstur. Kali ini, keindahan hewan kupu-kupu berhasil menginspirasinya.

Layaknya kupu-kupu, di koleksi ini, Sang berhasil bertransformasi dalam membentuk shape baru. Ia lebih memfokuskan diri pada teknik drapery dan perpaduan bahan hingga mampu menciptakan koleksi kuat di struktur dan permukaan.
Keelokan kupu-kupu bisa ditemukan di bordirannya, bentuk atau struktur rancangannya, maupun di keseluruhan print bahan yang digunakan. Terlepas dari unsur kupu-kupu yang tampak jelas dari bahan yang dipilih, untuk menampilkan kesan indahnya kupu-kupu di busana lainnya, San Bong mampu memberikannya tidak secara literal, tapi kesan kuat hewan tersebut masih bisa ditangkap.

Pemilihan fabric yang sudah padat akan corak, diimbangi potongan busana simpel, tapi menarik. Koleksi itu didominasi palet putih, percikan warna terang seperti biru lau, hijau muda, dan koral. Lagi-lagi, model peplum yang sedang hangat saat ini diaplikasi sebagai salah satu rancangan.

Sebagian besar rancangannya memiliki potongan struktural, dengan aplikasi detail lipit dan ruffle. Selain kupu-kupu, Sang menampilkan motif houndstooth, terutama di rancangan busana malam dan simple dress. Sang berhasil mentransformasi kupu-kupu yang kuat akan sisi feminitas, menjadi koleksi edgy dan cheerful. Siapa sangka motif kupu-kupu pun ternyata bisa diaplikasikan di busana pria. Sungguh sebuah acara pembukaan parade mode yang memukau! edh/R-1

cc: koran-jakarta.com

No comments:

Post a Comment